temanggungnews.id, Temanggung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berakselerasi di tahun 2022 dengan menjalankan program terobosan untuk membangun sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Indonesia memiliki potensi produksi  perikanan budidaya terbesar di dunia, sekitar 100 juta ton/tahun yang hingga kini baru dimanfaatkan sekitar 16%.

Dalam rangka mendukung program pengembangan perikanan budidaya, Badan Riset dan sumberdaya Manusia Kelautan Perikanan (BRSDM) melalui kegiatan pelatihan terus meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia dalam upaya pencapaian program tersebut, salah satunya di Temanggung.


Kegiatan Pelatihan Manajemen Budidaya Ikan Air Tawar bagi Masyarakat KP di Kabupaten Temanggung ini dilaksanakan selama 2 hari, mulai  tanggal 12 s.d. 13 September 2022, bertempat di Omah Kebon Jl. Jend. Sudirman No. 83, Nugaran, Kertosari, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah - Jawa Tengah.


Acara diawali dengan registrasi peserta, pengarahan panitia, menyanyikan lagu indonesia raya, doa, dan sambutan-sambutan.


Sambutan pertama oleh Kepala BPPP Tegal, Bapak Moch. Muchlisin, A.Pi., M.P. Beliau melakukan pelaporan pelatihan yang dilakukan selama dua hari tersebut.


Sambutan kedua oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Bapak Joko Budi Nuryanto, S.P., M.Si. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih karena dengan adanya pelatihan ini dapat memajukan sektor perikanan di Temanggung.


Sambutan ketiga oleh Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan Perikanan, Bapak Dr. I. Nyoman Radiarta, S.Pi., M.Sc. "Saya berpesan kepada pelatih dan penyuluh perikanan agar terus mendampingi serta membimbing para peserta selama pelatihan maupun pasca pelatihan. Sehingga ilmu yang sudah didapat dapat dimanfaatkan bagi pengembangan usaha pelaku utama kelautan perikanan.", tutur beliau.


Sambutan keempat oleh Anggota Komisi IV DPR-RI, Bapak Ir. Panggah Susanto, MM. Secara virtual, Bapak Panggah memaparkan bahwa secara geografis, Kabupaten Temanggung mempunyai potensi untuk pengembangan baik  perikanan budidaya maupun perikanan tangkap di perairan umum.


Komoditas unggulan perikanan budidaya kabupaten Temanggung: ikan lele, nila, ikan mas dan ikan hias. "Melihat potensi dan masalah untuk pengembangan nya, maka diperlukan konsep pengembangan wilayah, yang dititik beratkan pada komoditas unggulan sector perikanan", pungkas Beliau. 


Ada beberapa wilayah yang menjadi titik fokus pengembangan sektor perikanan, antara lain Kecamatan  Parakan yang telah ditetapkan  sebagai  “MINAPOLIS” ( Kota ikan). 


Didukung oleh 9 (sembilan) Kecamatan sebagai daerah pengembangan, meliputi  : Wonoboyo, Candiroto, Ngadirjo, Jumo, Bulu, Tlogomulyo, Tembarak, Selopampang, dan Kedu.


Pelatih pada kegiatan ini berasal dari widyaiswara dan instruktur Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal. Mereka adalah Rika Putri, S.St.Pi, M.Pi dan Sri Winarsih, S.Pi. Topik bahasan dalam pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut yakni manajemen benih, manajemen air, manajemen kualitas pakan serta kebijakan pengembangan usaha budidaya perikanan.


Pasca pelatihan, peserta diwajibkan mengisi post test dan form evaluasi yang terdiri dari evaluasi peningkatan kemampuan peserta, evaluasi penyelenggaraan, evaluasi pelatih, serta evaluasi pasca diklat.


(Dwi Kurniawan)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama