temanggungnews.id, Temanggung - Dalam rangka memperingati hari rabies sedunia atau world rabies day, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Temanggung mengadakan vaksinasi gratis bagi hewan peliharaan.


Acara yang berlangsung pada Jum'at (30/09/22) hingga Sabtu (01/10/22) ini memiliki sasaran hewan kucing dan anjing. Adapun tempat pelaksanaan vaksinasi berada di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kedu dan Temanggung.


Kepala DKPPP Temanggung, Joko Budi Nuryanto, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk pencegahan rabies. "Vaksinasi kali ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada manusia dari dampak gigitan. Selain pelaksanaan vaksinasi, juga dilakukan edukasi kepada pemilik hewan tentang bahaya rabies serta tata cara memelihara hewan secara baik dan benar dengan memperhatikan kesejahteraan hewan.", tutur Joko.


Agar hewan peliharaan dapat mengikuti vaksinasi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, hewan harus dalam keadaan sehat. Kedua, hewan berumur minimal enam bulan. Ketiga, hewan telah diberikan obat cacing minimal satu minggu sebelum pelaksanaan vaksinasi. Keempat, hewan tidak sedang bunting atau hamil. Adapun pasca vaksinasi, hewan tidak boleh di grooming ataupun dimandikan. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan hewan dari stress serta untuk memaksimalkan efektivitas vaksin.


Salah satu dokter hewan yang menangani vaksinasi, Nurul Hasanah, mengatakan bahwa di hari pertama pelaksanaan vaksinasi ada 24 ekor kucing dan 2 ekor anjing diberikan vaksinasi di Puskeswan dan BIB Jl.Panjaitan Mungseng. Sedangkan 13 ekor kucing dan 7 ekor anjing diberikan vaksinasi di Puskeswan dan BIB Kedu. "Total hari pertama 46 ekor, sedangkan pada hari kedua mencapai 90 ekor hewan yang telah divaksinasi." pungkas Nurul.


Salah satu pemilik kucing, Yaya, menuturkan bahwa ini merupakan pertama kali baginya melakukan vaksinasi terhadap kucingnya. Gadis yang telah memelihara kucing semenjak sekolah dasar ini mengaku bahwa ia mendapatkan informasi vaksinasi ini dari tetangganya. "Semoga program yang diadakan tidak berhenti pada vaksinasi saja akan tetapi dilanjutkan dengan program sterilisasi. Selain itu, menurut saya lebih dimasifkan lagi dalam penyebaran informasinya agar dapat diikuti oleh masyarakat luas.", jelas Yaya.


(Dwi Kurniawan)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama