temanggungnews.id, Temanggung - Satu abad NU menjadi sebuah momen penting bagi kaum Nahdliyin. Salah satu cara memperingatinya yakni dengan melakukan berbagai kesempaatan untuk mengambil keberkahan dan kemanfaatan di hari penting hasil perjuangan tokoh-tokoh ulama NU ini. 


Tak mau kalah dengan masyarakat nahdliyyin pada umumnya, MI ELPIST Temanggung memanfaatkan ajang tersebut sebagai momen peletakan batu pertama gedung baru. 


Selain untuk mendapatkan keberkahan, hal ini juga menjadikan sebuah simbol bahwa MI ELPIST Temanggung akan menjadikan wadah bagi kader-kader NU untuk siap menghadapi kemajuan zaman di era disrupsi 4.0 dan society 5.0.


Acara peletakan baru pertama tersebut berlangsung pada Selasa (7/2/23) tepat pada pukul 09.00 WIB di belakang Kampus Hijau INISNU Temanggung. 


Acara tersebut di hadiri oleh beberapa tokoh ulama di Temanggung yaitu Ketua Rois Syuriah NU Temanggung KH. Ya’kub Mubarrok, KH. Ahmad Thoifur, perwakilan Kasi Penmad Temanggung Bp. Sholichin, Ketua Yayasan Yaptinu Temanggung Drs. H. Nur Mahsun, M. SI, Rektor INISNU Temanggung Bapak Dr. H. Muh Baihaqi, MM, direktur AKPER Al- Kaustar Temanggung, Tri Suraning W, S. Kep. NS. M, Kep, Ketua LP Ma’arif NU Bapak Yusuf Purwanto, M. Ag, Pengawas Madrasah Temangung, Tembarak dan Parakan, Ketua Babussalam Temanggung, beserta seluruh jajaran civitas akademika INISNU Temanggung juga guru dan tenaga kependidikan dari MI ELPIST Temanggung. 


Adapun prosesi peletakan batu pertama MI ELPIST dimulai dengan pembukaan oleh Mrs. Idamamtussilmi selaku guru MI ELPIST Temanggung, kemudian sambutan ketua Yayasan Yaptinu Temanggung, Drs. Nur Mahsun, M. Si.


Dalam sambutanya beliau menyatakan bahwa pembangunan MI ELPIST ini akan dilakukan sampai bulan juli dengan target kelas awal yaitu 6 ruang kelas, ruang kepala madrasah, ruang guru, ruang TU, dan Laboratorium. “MI ELPIST Temanggung menjadi madrasah satu-satunya di Temanggung yang menetapkan sekolah berbasis alam”, tutur ketua Yayasan YAPTINU.


Pembangunan gedung MI ELPIST dilakukan dengan memanfaatkan alam sekitar dengan menekankan pembelajaran berbasis alam dan pemanfaatan TIK yang memadai sehingga memberikan nuansa yang berbeda dari madrasah lainya. 


Ada tujuh batu yang diletakkan dalam prosesi peletakan batu yang dilakukan oleh beberapa pihak yakni Kasi Penmad Temanggung Solikhin, M.SI.; Miftakhul Hadi, M.SI. selaku perwakilan dari Yayasan Yaptinu; Ketua LP Ma’arif NU Yusuf Purwanto M. Ag.; Rektor INISNU Temanggung Dr. H. Muh Baihaqi. MM.; Gandi Wijanarko, M.Pd.; KH. Agus Thoifur; dan KH. Ya’kub Mubarok. 


Prosesi peletakkan batu pertama gedung MI ELPIST Temanggung berlangsung dengan khidmad dengan diselingi doa dan pembacaan sholawat srakal bersama. Acara diakhiri dengan penutup oleh KH. Ya’kub Mubarrok, dan KH Agus Thoifur. 


Dengan adanya prosesi peletakkan baru pertama, MI ELPIST berharap agar pembangunan gedung berjalan dengan lancar sehingga dapat mengembangkan khazanah pendidikan di Temanggung.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama