Temanggung – Sejumlah dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung diberi apresiasi atau penghargaan pada rangkaian Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-53 di aula KBIHU Babussalam NU, Senin pagi (13/3/2023). Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis INISNU Temanggung ke-53 dengan tema “Mulat Sarira Hangrasa Wani, Rumangsa Melu Handarbeni, Wajib Melu Hangrungkebi”. 


Dosen yang menerima penghargaan tersebut adalah pertama, dosen Prodi PAI Nur Alfi Muanayah sebagai dosen of the year dalam bidang pendidikan berdasarkan audit mutu internal atau monev oleh LPM yang mendapatkan rangkai pada kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.


Kedua, dosen Prodi PGMI Hamidulloh Ibda dengan penghargaan kategori dosen of the year bidang penelitian dengan total 13 penelitian berdasarkan catatan LP2M.


Ketiga, dosen dan juga Kaprodi PGMI Faizah dengan kategori penghargaan dosen of the year bidang pengabdian kepada masyarakat sebanyak 11 pengabdian berdasarkan data LP2M. 


Tenaga kependidikan yang mendapatkan penghargaan adalah Siti Zulaichah dengan tingkat kedisiplinan 99 persen.


Sementara itu, mahasiswa yang mendapatkan penghargaan adalah Muhammad Ifandi mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam yang telah mendapat Juara 2 Bulu Tangkis tunggal putra dan tahun  ini Juara 3 Bulu Tangkis dalam Porseni NU Tingkat Nasional tahun 2023. 


Selain itu, Rektor juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa PGMI Iis Narahmalia sebagai mahasiswa penulis artikel populer dan artikel ilmiah terbanyak.


Dalam sambutannya, Rektor INISNU Dr. Muh. Baehaqi mengatakan bahwa masih panjang perjalanan kami membawa INISNU sesuai harapan dari masyarakat dan Nahdlatul Ulama, “Apalagi, PCNU dan BPP INISNU memiliki target INISNU berubah menjadi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) pada 2024,” katanya.


Maka dari itu, kata dia, tidak berlebihan dan relevan jika tema Dies Natalis tahun ini adalah adagium dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I / Raden Mas Said / Pangeran Sambernyawa yang merupakan Pahlawan Nasional. 


Pertama, Mulat Sarira Angrasa Wani (berani berintrospeksi/mawas diri), dalam Islam dikenal Muhasabah, sesuai firman Allah surat Al-Hasr ayat 18, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat), dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.


Kedua, Rumangsa Mèlu Handarbèni (merasa ikut memiliki). Jika tidak ada rasa memiliki, kebanggaan, maka selamanya INISNU akan jalan di tempat. Ketiga, Wajib Melu Hangrungkebi (berkewajiban ikut membela/mempertahankan) yang baik, dan melanjutkan yang lebih baik sesuai diktum al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yaitu memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.


“Kami membutuhkan dukungan materiil, moril, dan sinergitas kelembagaan untuk mendukung penguatan INISNU sebagai lembaga pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama yang Kreatif, Elaboratif, Responsif, Edukatif, Nahdliyah (KEREN), dan bermanfaat bagi umat dan bangsa,” lanjut Rektor.


Dalam Sidang Senat Terbuka tersebut dihadiri Rois Syuriah PCNU Temanggung KH. Yakub Mubarok, Dewan Penyantun dan Dewan Pengurus BPP INISNU Temanggung, Ketua MWC NU se Kabupaten Temanggung, dosen, mahasiswa, dan tamu undangan. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama