Rois Suriah PCNU Temanggung. KH Yackub Mubarok

TEMANGGUNG, temanggung-news.id - Ulama dan umara (pemerintah) harus bersinergi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umat. Hal itu disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Temanggung KH. Muhammad Furqon Masyahuri (Gus Furqon) dalam Silaturahmi & Ramah Tamah Keluarga Besar NU Cabang Temanggung bersama Pj Bupati Temanggung pada Rabu (1/11/2023) di Babussalam Hall komplek INISNU Temanggung.


Gus Furqon menjelaskan bahwa Imam Ghazali dalam kitab ‘Ihya ‘Ulumuddin mengatakan addinu wal mulku tau’amaani. "Artinya agama dan kekuasaan adalah saudara kembar. Ulama dan umara adalah saudara kembar. Maka ulama dan umara wajib bersinergi," tegasnya dalam acara yang dimoderatori Ketua BPP INISNU Nur Makhsun tersebut.


Oleh karenanya, katanya, pertemuan ini menjadi penting. "Tidak hanya bertemu fisik. Tapi juga bertemu batin. Tidak hanya bertemu manusianya. Tapi juga bertemu program-programnya," lanjutnya.


"Pak Agung menjadi Pejabat Bupati tidak melalui pemilihan, tidak ada kontrak politik dengan parpol, tidak ada kontrak politik dengan Ketum Partai. Namun Pak Bupati langsung bertanggungjawab dengan rakyat. Maka dalam melaksanakan program ke depan, kita doakan berjalan lancar," katanya.


Gus Furqon menegaskan survei PCNU Kabupaten Temanggung menyebut bahwa warga NU atau Nahdiyin di Kabupaten Temanggung sebanyak 85 persen. "Maka pertemuan ini menjadi penting karena hampir sebagian besar umat Islam di Kabupaten Temanggung," ujarnya.


Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Temanggung KH. Yacub Mubarok mengatakan ada dua golongan yang jika bersinergi akan membawa kebaikan secara makro. "Dua golongan tersebut adalah ulama dan umara. Namun sebaliknya, jika kedua golongan tersebut tidak bersinergi, maka akan membawa dampak kurang baik bagi masyarakat," kata beliau.


Pejabat Bupati Temanggung Drs. Hary Agung Prabowo, M.M., mengatakan siap bersinergi dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama Temanggung. "Saya ditetapkan Pak Mendagri sebagai Pejabat Bupati Temanggung sejak September 2023 dan akan berakhir pada Februari 2025 setelah Temanggung resmi ditetapkan Bupati dan Wakil Bupatinya. Banyak program yang harus saya lakukan di masa transisi ini," lanjutnya.


Ulama dan umara, katanya, harus bersinergi. "Maka pemerintah dengan NU harus menjalin komunikasi yang efektif, bersama, saling membangun sinergi di masa transisi," ujarnya.


Dalam masa jabatannya, Pj Bupati Temanggung menegaskan ada beberapa amanat Mendagri yang harus dijalankan. "Intinya bangun kembali pemerintahan. Saya diminta juga menurunkan stunting karena ini amanat Presiden RI untuk menghentikan stunting. Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia pada tahun 2022, prevalensi angka stunting di Kebupaten Temanggung mencapai angka 28,9% dan tahun lalu menempati tertinggi kedua di Jawa Tengah. Survei tahun ini turun menjadi 14,1 %. Kami menarget di masa transisi ini untuk stunting kita target maksimal 9-10 %," lanjut dia.


Pihaknya juga menargetkan kinerja sesuai amanat Mendagri untuk menurunkan kemiskinan ekstrem. "Karena menurut data BPS, kemiskinan ekstrem di Temanggung mencapai 0,96 % atau 7.617 jiwa," bebernya.


Ada sembilan indikator dari kemiskinan ekstrem. Mulai dari pendapatan perjiwa kurang dari Rp 300.000 perbulan. Itu dianggap sangat miskin. "Kondisi rumah tidak layak huni, indikatornya tidak ada jamban, tidak berplester, tidak punya listrik," katanya.


Amanat Mendagri juga menugaskan Pj Bupati untuk melaksanakan pengendalian inflasi, dan menjadi kondusivitas Kabupaten Temanggung di tahun politik. "Saya tegas, kalau ada ASN tidak netral akan saya pecat. Nyoblos silakan karena itu hak. Tapi jangan sampai memengaruhi, membuat intrik, dan membuat gaduh," lanjut dia.


"Karena kami sebagai Pj, juga diwajibkan netral, tidak bermain dua kaki. Hal ini sesuai instruksi Presiden RI di Istana Merdeka kepada Pj Bupati, Pj Walikota maupun Pj Gubernur se Indonesia," tegasnya.


Dalam kesempatan itu, hadir jajaran pejabat Pemkab Temanggung, Badan Otonom dan Lembaga Nahdlatul Ulama, Pengurus BPP INISNU, YAPTINU, KBIHU Babussalam NU, Rektor INISNU Dr. Muh. Baehaqi, Wakil Rektor INISNU Hamidulloh Ibda, Khamim Saifuddin, Dekan FTK, dan sejumlah tamu undangan. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama